KUA Benua Kayong
KUA Benua Kayong

Kepala KUA Benua Kayong Ikuti Sapa KUA se-Kalbar, Kakanwil Tekankan Tiga Program Prioritas

Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Dr. H. Muhajirin Yanis., M.Pd.I. didamping Kabi Urais H. Mi'rad, S.Ag., M.A.P.

KUA Benua Kayong - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Benua Kayong, M. Syafi'ie Huddin, mengikuti kegiatan Sapa KUA se-Kalimantan Barat melalui Zoom Meeting, Jumat (6/11/2026). Kegiatan yang difasilitasi Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat ini menjadi ruang komunikasi, koordinasi, sekaligus penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi KUA di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam, H. Mi'rad, S.Ag., M.A.P. Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara rutin setiap bulan, yakni pada awal bulan, dengan melibatkan seluruh KUA se-Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan bahwa dirinya memahami besarnya tanggung jawab dan banyaknya tugas yang harus dijalankan oleh jajaran KUA. Karena itu, diperlukan komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan agar berbagai program dan kebijakan Kementerian Agama dapat terlaksana dengan baik di tingkat kecamatan.

Secara khusus, Kakanwil juga menyinggung program inovasi layanan KUA CINTA yang digagas Bidang Urais. Program tersebut merupakan penguatan nomenklatur pelayanan KUA dengan semangat Cepat, Inklusif, Nyaman dan Humanis, Tanggap, serta Adaptif.


Lebih lanjut, Kakanwil memberikan penekanan terhadap tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian seluruh KUA.

Pertama, penguatan wakaf uang melalui pasangan calon pengantin (catin). KUA diharapkan dapat mengambil peran dalam menyosialisasikan dan mendorong kesadaran masyarakat mengenai wakaf uang, termasuk kepada pasangan calon pengantin. Namun, Kakanwil menegaskan bahwa peran KUA sebatas mendorong dan memberikan edukasi, bukan memaksa masyarakat untuk berwakaf.

Kedua, penguatan ekoteologi. Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama RI dalam membangun kesadaran keagamaan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. KUA diharapkan turut mengambil bagian dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang mendorong kepedulian, tanggung jawab, dan pelestarian lingkungan hidup.

Ketiga, isbat wakaf. Kakanwil menekankan pentingnya penataan administrasi dan kepastian hukum terhadap aset wakaf. Pasalnya, masih terdapat sejumlah aset wakaf di tengah masyarakat yang belum memiliki kelengkapan administrasi sebagaimana mestinya. Melalui penguatan isbat wakaf, diharapkan aset-aset tersebut memperoleh kepastian hukum sehingga terlindungi dan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya.

Kegiatan Sapa KUA berlangsung selama satu jam, dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 10.00 WIB.

M. Syafi'ie berharap, melalui kegiatan ini, terbangun komunikasi yang lebih intensif antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dengan seluruh KUA. Selain menjadi sarana penyampaian kebijakan dan arahan pimpinan, Sapa KUA juga diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

"KUA sebagai ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di tingkat kecamatan diharapkan terus berbenah, berinovasi, dan menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat," pungkas Syafi'ie. (*)

Lebih baru Lebih lama