![]() |
| Foto: Camat bersama Forkopincam, Ketua LPTQ Kab. Ketapang, Kepala KUA dan jajaran LPTQ Kec. Benua Kayong |
Benua Kayong - Camat Benua Kayong, Drs. Suparman, M.M. menegaskan pentingnya soliditas, profesionalitas, dan persiapan matang dalam menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Kabupaten Ketapang. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Benua Kayong yang digelar di Aula Kantor Camat Benua Kayong, Rabu (8/4/2026).
Rapat dihadiri Ketua LPTQ Kabupaten Ketapang, H. Satukii Huddin, Polsek dan Danramil Benua Kayong, Kepala KUA, dan jajaran pengurus LPTQ Benua Kayong.
Dalam arahannya, Camat Suparman menyampaikan bahwa rapat kerja LPTQ kali ini memuat dua agenda utama, yakni penataan ulang kepengurusan serta pembahasan program kerja, khususnya persiapan menghadapi MTQ tingkat kabupaten.
“Penataan kepengurusan ini penting dilakukan, mengingat adanya kekosongan akibat beberapa pengurus yang berpindah tugas maupun berhalangan. Selain itu, juga dilakukan penyegaran posisi untuk meningkatkan kinerja organisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemetaan potensi peserta di setiap cabang lomba. Menurutnya, langkah ini harus melibatkan seluruh elemen, termasuk pondok pesantren di wilayah Kecamatan Benua Kayong, agar dapat mengirimkan peserta terbaik sesuai bidang keahliannya.
“Saya siap bersama pengurus untuk bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan para kiai dan pimpinan pesantren, agar mereka dapat memberikan dukungan penuh kepada LPTQ, khususnya dalam menyiapkan santri terbaik,” tambahnya.
Camat Suparman juga mengingatkan bahwa waktu persiapan yang tersisa relatif singkat, sehingga diperlukan langkah cepat dan kerja nyata dari seluruh pengurus. Ia mendorong agar setelah terbentuk kepengurusan yang baru, segera dilakukan langkah-langkah strategis dan terukur.
“Jangan pesimis. Dengan kerja sama dan kesungguhan, kita optimis dapat meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya aspek administrasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi, terutama terkait penggunaan anggaran. Ia menegaskan bahwa setiap penggunaan dana, baik dari pemerintah maupun masyarakat, harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan terdokumentasi dengan baik.
“Dokumen adalah bukti kerja kita. Oleh karena itu, administrasi harus tertib dan jelas, mulai dari perencanaan hingga pelaporan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Camat juga menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan LPTQ, termasuk persiapan menghadapi MTQ. Namun demikian, ia membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menutupi kebutuhan yang belum terpenuhi, seperti transportasi, konsumsi, dan perlengkapan peserta.
Mengakhiri sambutannya, Camat Suparman berharap kepengurusan LPTQ yang baru dapat bekerja secara solid dan kompak, serta mampu menyusun program jangka pendek maupun jangka panjang yang berkelanjutan.
“Dengan soliditas dan solidaritas, insyaAllah tujuan kita bersama dapat tercapai, dan Kecamatan Benua Kayong mampu tampil optimal pada MTQ ke-33 tingkat Kabupaten Ketapang,” pungkasnya.
